Punya desain logo yang bagus, tetapi belum tahu harus menjualnya di mana? Website untuk jual logo bisa membantu kamu menemukan pembeli, baik lewat marketplace desain, platform freelance, maupun toko online milik sendiri. Pilihan terbaik bergantung pada jenis karya, target pembeli, kemampuan promosi, dan cara pencairan dana yang paling nyaman untukmu.
Di panduan ini, kami membandingkan 12+ platform untuk jual logo pada 2026. Kamu akan menemukan perbedaan model bisnis, kisaran fee, cara menerima pembayaran, patokan harga logo di Indonesia, serta langkah praktis untuk mulai menjual logo online sebagai pemula.
Website untuk jual logo adalah platform tempat desainer menawarkan karya logo, baik melalui marketplace yang sudah memiliki pembeli maupun website sendiri yang memberi kontrol lebih besar atas harga, brand, dan margin.
Ringkasan: 12+ platform tempat jual logo
Kalau kamu ingin jawaban singkat tentang jual logo di mana, gunakan tabel ini sebagai titik awal. Angka fee dapat berubah mengikuti negara, jenis akun, paket berlangganan, dan kebijakan terbaru. Selalu cek halaman resmi platform sebelum menetapkan harga atau mengunggah karya eksklusif.
| Platform | Tipe | Fee/komisi | Cocok untuk | Penarikan WNI |
|---|---|---|---|---|
| 99designs | Kontes & proyek desain | Bertingkat sesuai level dan jenis proyek | Desainer dengan portofolio kuat | Metode internasional; cek akun |
| Fiverr | Jasa berbasis paket | Seller menerima 80% dari transaksi | Pemula yang menjual paket jelas | PayPal, Payoneer, atau bank sesuai negara |
| Upwork | Freelance berbasis proposal | Fee freelancer dapat berbeda menurut kontrak | Logo custom dan klien jangka panjang | Payoneer, PayPal, atau transfer |
| DesignCrowd | Kontes desain | Potongan mengikuti proyek dan ketentuan platform | Desainer yang nyaman ikut kontes | Metode pembayaran internasional |
| LogoGround | Marketplace logo siap beli | Desainer menerima sekitar 70–85% sesuai status penjualan | Logo premade eksklusif | PayPal |
| Creative Market | Produk digital | Persentase mengikuti perjanjian shop | Logo kit, template, dan aset digital | Metode payout yang tersedia di akun |
| Dribbble | Portofolio & lead | Tidak seperti marketplace produk; fee mengikuti layanan yang dipakai | Membangun reputasi visual | Negosiasi langsung dengan klien |
| Behance | Portofolio & lead | Tidak memotong transaksi jasa secara langsung | Menarik klien dari portofolio | Negosiasi langsung dengan klien |
| Fastwork | Marketplace jasa Indonesia | Fee mengikuti kategori dan kebijakan platform | Pemula yang menargetkan klien lokal | Bank atau metode lokal yang tersedia |
| Sribu | Kontes & jasa Indonesia | Potongan mengikuti tipe layanan | Desainer yang ingin pasar Indonesia | Transfer bank lokal |
| Jualo | Marketplace umum | Biaya dapat berbeda menurut fitur transaksi | Menjual paket atau jasa lokal | Transfer atau kesepakatan langsung |
| Shopee | Toko online | Biaya layanan dan transaksi mengikuti program akun | Produk digital atau paket jasa | Saldo seller ke bank lokal |
| Website sendiri | Toko mandiri | Tanpa komisi marketplace; tetap ada hosting dan payment gateway | Brand yang sudah punya trafik | Gateway lokal atau internasional |
Rekomendasi cepat: mulai dengan Fastwork atau Fiverr jika kamu masih mencari pembeli pertama. Pilih LogoGround atau Creative Market jika kamu menjual logo siap pakai dan aset digital. Kalau sudah punya audiens dari media sosial, portofolio, atau komunitas, website sendiri dapat memberi kontrol dan margin yang lebih baik.
Marketplace internasional untuk menjual desain logo
1. 99designs
99designs menghubungkan desainer dengan klien melalui kontes maupun proyek langsung. Platform ini cocok untuk kamu yang sudah memiliki portofolio rapi dan siap bersaing dengan desainer dari berbagai negara. Kelebihannya adalah brief biasanya cukup terstruktur, tetapi kamu dapat menghabiskan waktu mengerjakan kontes tanpa jaminan menang.
Sebelum ikut, baca ketentuan fee, level desainer, hak penggunaan, dan payout. Karena pembayaran berlangsung dalam mata uang asing, hitung juga biaya konversi dan penarikan ke rekening Indonesia.
2. Fiverr
Fiverr memakai model gig: kamu membuat paket jasa, menentukan harga, menulis deskripsi, lalu menunggu pembeli memesan. Untuk setiap transaksi, seller biasanya menerima 80% dari nilai pesanan, sehingga komisi sekitar 20% perlu dimasukkan ke perhitungan harga.
Fiverr cocok untuk pemula karena kamu tidak harus mengirim proposal ke setiap proyek. Buat paket yang spesifik, misalnya “logo minimalis untuk coffee shop” atau “logo UMKM dengan tiga konsep”, bukan deskripsi umum seperti “saya bisa membuat semua jenis logo”.
3. Upwork
Upwork lebih cocok untuk proyek custom dan hubungan kerja jangka panjang. Klien mempublikasikan pekerjaan, lalu kamu mengirim proposal yang menjelaskan pendekatan, estimasi waktu, dan harga. Fee freelancer dapat berbeda menurut kontrak dan kebijakan yang berlaku, jadi cek rincian potongan yang tampil sebelum menerima pekerjaan.
Proposal yang menyebut kebutuhan klien secara spesifik biasanya lebih meyakinkan daripada template yang dikirim ke semua proyek. Sertakan satu atau dua contoh desain yang relevan, bukan seluruh portofolio.
4. DesignCrowd
DesignCrowd memakai model kontes: klien memberikan brief, beberapa desainer mengirim konsep, dan pemenang mendapatkan hadiah sesuai proyek. Platform ini bisa menjadi tempat latihan membaca brief dan menguji gaya visual, tetapi pendapatan tidak selalu stabil karena hanya desain terpilih yang dibayar.
5. LogoGround
LogoGround berfokus pada logo siap beli. Model ini berbeda dari Fiverr atau Upwork karena kamu mengunggah karya yang sudah selesai, lalu pembeli memilihnya dari katalog. Logo yang terjual biasanya bersifat eksklusif sehingga tidak boleh dijual ulang kepada pihak lain.
Menurut informasi payout yang umum dipakai platform, desainer dapat menerima sekitar 85% pada status penjualan aktif atau sekitar 70% pada status pasif. Cek lagi status akun dan ketentuan terbaru sebelum menjadikan angka itu sebagai dasar harga. Pastikan file preview tidak membocorkan file master sebelum pembeli membayar.
6. Creative Market
Creative Market cocok untuk menjual logo kit, template identitas visual, font pairing, dan aset digital lain, bukan hanya jasa membuat logo custom. Kamu dapat membangun katalog yang bisa terjual berulang kali, tetapi harus memperhatikan kualitas preview, lisensi font, dan hak penggunaan elemen yang disertakan.
Marketplace dan platform Indonesia
Platform Indonesia sering lebih praktis untuk pemula karena pembeli lokal lebih mudah dijangkau, pembayaran dapat masuk ke bank Indonesia, dan komunikasi berlangsung dalam bahasa serta konteks bisnis yang sama.
- Tidak perlu selalu bergantung pada PayPal atau payout internasional.
- Lebih mudah menawarkan harga dalam rupiah.
- Kamu dapat memahami kebutuhan UMKM lokal dengan lebih cepat.
7. Fastwork
Fastwork cocok untuk menawarkan jasa desain logo kepada klien Indonesia. Buat layanan dalam beberapa paket: logo dasar, logo dengan beberapa revisi, dan paket identitas visual. Jelaskan jumlah konsep, jumlah revisi, format file, dan waktu pengerjaan supaya pembeli tidak salah mengira apa yang mereka dapatkan.
8. Sribu
Sribu menyediakan model kontes dan layanan freelance untuk pasar Indonesia. Platform ini dapat membantu kamu memahami brief dari pemilik usaha lokal, tetapi persaingan di kontes tetap tinggi. Baca ketentuan hadiah, revisi, kepemilikan karya, dan pencairan dana sebelum mulai.
9. Jualo
Jualo adalah marketplace umum, bukan platform khusus desain. Kamu dapat memakainya untuk menawarkan paket logo siap pakai atau jasa desain kepada pembeli lokal. Karena fitur dan perlindungan transaksinya tidak sama dengan marketplace freelance, tulis alur pembayaran, proses revisi, dan bentuk file secara jelas.
10. Shopee untuk produk digital
Shopee dapat dipakai untuk menjual produk digital atau paket jasa dengan alur yang kamu sesuaikan pada aturan kategori dan layanan yang berlaku. Biaya layanan, biaya transaksi, dan program seller dapat berubah, jadi jangan menganggap semua transaksi bebas biaya. Untuk file digital, pastikan cara pengiriman dan lisensi dijelaskan sejak awal.
Marketplace atau website sendiri: mana yang lebih menguntungkan?
Marketplace memberi akses ke pembeli yang sudah berkumpul, tetapi kamu harus mengikuti aturan dan membayar fee. Website sendiri tidak otomatis mendatangkan pembeli, tetapi kamu memiliki halaman produk, data pelanggan, harga, dan pengalaman checkout yang lebih bisa dikendalikan.
| Pilih marketplace jika... | Pilih website sendiri jika... |
|---|---|
| Kamu belum punya audiens atau trafik. | Kamu sudah punya komunitas, followers, atau trafik dari konten. |
| Kamu ingin menguji jenis logo dan harga. | Kamu ingin membangun brand dan katalog jangka panjang. |
| Kamu tidak ingin mengurus teknis toko. | Kamu ingin menjual bundle, brand kit, dan produk turunan. |
| Kamu siap menerima potongan transaksi. | Kamu siap mengurus hosting, pembayaran, keamanan, dan promosi. |
Jalur yang sering paling masuk akal adalah memakai keduanya. Gunakan marketplace untuk validasi dan mendapatkan klien pertama, lalu arahkan konten, portofolio, dan pelanggan baru ke website milikmu. Untuk toko berbasis WordPress, cloud hosting dapat menjadi fondasi untuk halaman katalog, checkout, dan file digital yang lebih stabil.
Kalau kamu masih membangun toko dari nol, panduan tentang page builder WordPress dapat membantu memilih cara menyusun halaman tanpa harus membuat semuanya dari awal.
Berapa harga logo yang laku di Indonesia?
Harga logo di Indonesia berkisar dari Rp150.000 sampai Rp5.000.000 atau lebih, tergantung tingkat kustomisasi, pengalaman desainer, jumlah konsep, riset brand, revisi, dan kelengkapan file yang diterima klien.
- Rp150.000–Rp500.000: logo template atau premade dengan penyesuaian terbatas.
- Rp500.000–Rp2.000.000: logo custom untuk UMKM dengan brief, beberapa konsep, revisi, dan file vektor.
- Rp2.000.000–Rp5.000.000+: logo dengan proses riset, strategi visual, presentasi konsep, dan sistem penggunaan brand.
Jangan hanya menjual “gambar logo”. Jelaskan nilai paketnya: apakah pembeli mendapat file SVG, EPS, AI, PNG transparan, versi hitam-putih, panduan warna, atau mockup. Referensi tentang desain logo yang laku juga bisa membantu kamu memperbaiki portofolio sebelum menentukan harga.
Cara jual logo online untuk pemula
Ikuti enam langkah berikut jika kamu baru mulai menjual logo secara online:
- Siapkan portofolio. Pilih 10–20 karya terbaik. Tampilkan logo dalam konteks nyata, seperti kemasan, papan toko, aplikasi, atau kartu nama.
- Tentukan jenis produk. Pisahkan logo premade, jasa logo custom, dan brand kit. Setiap produk membutuhkan harga serta deskripsi yang berbeda.
- Pilih satu atau dua platform. Mulai dari platform yang sesuai dengan targetmu, bukan mendaftar di semua tempat sekaligus.
- Buat paket yang mudah dibandingkan. Cantumkan jumlah konsep, revisi, format file, timeline, dan apa yang tidak termasuk.
- Siapkan pembayaran. Untuk klien luar negeri, cek PayPal, Payoneer, atau metode payout yang tersedia. Untuk klien lokal, pertimbangkan transfer bank atau payment gateway.
- Promosikan secara konsisten. Bagikan studi kasus, proses sketsa, before-after, dan hasil logo di media sosial. Tautkan semuanya ke portofolio atau website jualanmu.
Pembayaran, penarikan dana, dan pajak untuk desainer Indonesia
Platform internasional biasanya menawarkan PayPal, Payoneer, Wise, atau transfer tertentu. Periksa tiga hal sebelum menerima pembayaran: biaya transaksi, kurs konversi, dan batas minimum penarikan. Saldo yang terlihat di dashboard belum tentu sama dengan uang yang masuk ke rekening setelah semua potongan.
Untuk website sendiri, payment gateway lokal dapat membantu menerima transfer bank, virtual account, kartu, dan e-wallet. Pilih metode yang sesuai dengan jenis pembeli dan hitung biaya gateway ke dalam harga paket.
Soal pajak, ketentuan dapat bergantung pada status usaha, omzet, dan sumber penghasilan. Secara umum, pelaku UMKM dapat menemukan rujukan tentang PPh Final UMKM, tetapi jangan menjadikan artikel ini sebagai nasihat pajak untuk kasus spesifik. Simpan invoice dan catatan pembayaran, lalu konsultasikan kondisi kamu kepada konsultan pajak atau kantor pajak jika diperlukan.
Lindungi karya: hak cipta dan merek dagang
Hak cipta dan merek dagang bukan hal yang sama. Hak cipta berkaitan dengan karya desain, sedangkan merek dagang berkaitan dengan tanda yang dipakai untuk membedakan barang atau jasa. Hak cipta pada umumnya muncul ketika karya dibuat, tetapi pencatatan dapat membantu menyediakan bukti administratif. Untuk merek yang akan dipakai dalam bisnis, pemilik usaha perlu mempertimbangkan pendaftaran melalui DJKI.
Jangan mengklaim bahwa logo aman hanya karena terlihat unik. Lakukan pencarian kemiripan, gunakan mockup ber-watermark sebelum pembayaran, simpan file kerja dan tanggal pembuatan, serta tuliskan dengan jelas apakah pembeli memperoleh lisensi atau pengalihan hak. Sengketa merek di Indonesia menunjukkan bahwa logo yang terlihat sederhana tetap dapat memiliki konsekuensi bisnis jika identitas visualnya terlalu mirip atau status kepemilikannya tidak jelas.
Tips agar logo lebih cepat laku
- Pilih niche. Portofolio khusus restoran, skincare, teknologi, atau fashion lebih mudah diingat daripada portofolio yang tidak punya arah.
- Gunakan mockup secukupnya. Tampilkan logo pada kemasan atau papan nama agar pembeli memahami hasil akhirnya.
- Tawarkan paket yang jelas. Bedakan harga entry-level dan premium berdasarkan proses, bukan hanya jumlah file.
- Tulis deskripsi yang menjual manfaat. Jelaskan masalah brand yang dibantu oleh logo, bukan sekadar menyebut “desain modern”.
- Respons dengan cepat dan profesional. Tanyakan tujuan bisnis, target pelanggan, dan penggunaan logo sebelum memberi penawaran.
- Bangun brand pribadi. Konten edukasi dan studi kasus dapat membantu membangun brand awareness sekaligus mendatangkan klien di luar marketplace.
FAQ: pertanyaan tentang jual logo online
Di mana tempat jual logo online untuk pemula?
Fastwork dan Fiverr dapat menjadi pilihan awal karena kamu dapat menawarkan paket jasa dengan alur yang cukup jelas. Jika ingin menjual logo premade, pertimbangkan marketplace yang mendukung produk siap beli, tetapi baca aturan eksklusivitas dan payout terlebih dahulu.
Berapa komisi marketplace untuk jual logo?
Komisinya berbeda-beda. Fiverr umumnya memotong sekitar 20% dari nilai pesanan seller, sedangkan platform lain dapat memakai fee bertingkat, biaya layanan, atau potongan yang berbeda menurut jenis proyek. Selalu cek rincian transaksi sebelum menentukan harga.
Berapa harga jual logo di Indonesia?
Kisaran harga logo di Indonesia sekitar Rp150.000–Rp5.000.000 atau lebih. Logo premade berada di sisi bawah kisaran tersebut, sedangkan logo custom dengan riset, beberapa konsep, revisi, dan file lengkap dapat dihargai lebih tinggi.
Apakah perlu membangun website sendiri untuk menjual logo?
Tidak wajib pada tahap awal. Marketplace membantu menemukan pembeli, sedangkan website sendiri lebih berguna saat kamu sudah memiliki trafik, ingin membangun brand, atau ingin menjual produk tanpa terikat aturan marketplace. Strategi gabungan biasanya paling fleksibel.
Bagaimana cara menerima pembayaran dari pembeli luar negeri?
Gunakan metode payout yang didukung platform, seperti PayPal atau Payoneer, dan periksa biaya konversi serta penarikan. Jika bertransaksi langsung, gunakan invoice dan metode pembayaran yang dapat memberikan bukti transaksi serta perlindungan bagi kedua pihak.
Apakah logo yang saya jual otomatis menjadi hak cipta saya?
Hak cipta pada umumnya muncul saat karya dibuat, tetapi hak penggunaan atau kepemilikan dapat diatur melalui perjanjian dengan pembeli. Jelaskan apakah transaksi memberikan lisensi, pengalihan hak, atau hak eksklusif, dan simpan bukti proses pembuatan karya.
Apakah boleh menjual logo yang sama di beberapa platform?
Boleh atau tidaknya bergantung pada aturan platform dan jenis lisensi yang kamu tawarkan. Logo eksklusif yang sudah terjual tidak boleh dijual ulang, sementara logo non-eksklusif tetap harus mengikuti ketentuan masing-masing marketplace. Baca syarat sebelum melakukan listing ganda.
Kesimpulan
Tempat terbaik untuk jual logo bergantung pada tahap bisnis kamu. Marketplace seperti Fiverr, Fastwork, Sribu, 99designs, dan LogoGround dapat membantu menemukan pembeli, sedangkan Dribbble dan Behance lebih kuat sebagai portofolio untuk mendatangkan lead. Saat trafik dan pelanggan mulai tumbuh, website sendiri memberi ruang untuk membangun brand, menjual paket yang lebih lengkap, dan mengurangi ketergantungan pada komisi marketplace.
Mulailah dari satu niche, satu atau dua platform, dan portofolio yang benar-benar kuat. Kalau kamu memilih jalur toko mandiri, pelajari opsi cloud hosting untuk website jualan, susun halaman produk dengan rapi, lalu promosikan karya secara konsisten.
Sumber dan catatan pembaruan
Fee, metode payout, dan aturan lisensi dapat berubah sewaktu-waktu. Periksa halaman ketentuan resmi 99designs, Fiverr, Upwork, DesignCrowd, LogoGround, Creative Market, Fastwork, Sribu, Jualo, dan Shopee sebelum bertransaksi. Untuk informasi hak kekayaan intelektual, gunakan rujukan resmi DJKI. Untuk pajak, cek ketentuan terbaru Direktorat Jenderal Pajak atau minta bantuan konsultan untuk situasi khusus.
Diperbarui 6 Agustus 2026 oleh Tim Mordenhost — tim konten yang membantu UMKM dan desainer Indonesia membangun kehadiran online.

