Perbedaan HTTP dan HTTPS di Website

4 menit baca
Perbedaan HTTP dan HTTPS di Website

HTTPS adalah versi aman dari protokol HTTP, ditambahkan lapisan enkripsi lewat SSL/TLS. Bedanya sederhana: HTTP mengirim data antara browser dan server dalam bentuk teks polos, sementara HTTPS mengenkripsi data itu supaya tidak bisa dibaca pihak ketiga yang menyadap koneksinya.

Panduan ini membahas perbedaan konkret HTTP dan HTTPS, kenapa website kamu sebaiknya pakai HTTPS, dan cara mengaktifkannya. Kalau kamu ingin memahami konsep SSL secara lebih dalam, baca SSL adalah: pengertian, fungsi, dan cara kerjanya.

Perbedaan HTTP dan HTTPS

Perbedaan paling mendasar ada di enkripsi dan port default yang dipakai.

Aspek HTTP HTTPS
Enkripsi data Tidak ada, data dikirim teks polos Dienkripsi lewat SSL/TLS
Port default 80 443
Indikator di browser Label "Not Secure" di address bar Ikon gembok, dianggap aman default
Butuh sertifikat SSL Tidak Ya
Sinyal ranking Google Tidak diuntungkan Sinyal ranking positif (kecil tapi diakui Google)

Selain tabel di atas, secara teknis HTTPS pada dasarnya adalah HTTP yang berjalan di atas lapisan enkripsi SSL/TLS, bukan protokol yang benar-benar terpisah dari nol.

Kenapa Website Kamu Wajib Pakai HTTPS

Browser modern seperti Chrome dan Firefox secara eksplisit menandai website yang masih pakai HTTP biasa dengan label "Not Secure" langsung di address bar, terlihat oleh setiap pengunjung tanpa perlu klik apa pun. Label ini bisa langsung menurunkan kepercayaan pengunjung, terutama kalau website kamu punya form login, formulir kontak, atau checkout pembayaran, karena warning tersebut secara visual menyiratkan "situs ini tidak aman".

Selain dampak kepercayaan, HTTPS juga jadi salah satu sinyal ranking di Google sejak beberapa tahun terakhir, meski bobotnya kecil dibanding faktor konten dan relevansi. Beberapa fitur browser modern, seperti geolocation atau notifikasi push, bahkan mensyaratkan koneksi HTTPS supaya bisa berfungsi sama sekali. Kombinasi faktor-faktor ini membuat HTTPS bukan lagi opsional untuk website yang ingin dianggap serius, bukan cuma soal keamanan transaksi finansial semata.

Dampak lain yang sering luput diperhatikan adalah akurasi data analytics. Kalau website kamu masih HTTP sementara sumber trafik (misalnya link dari media sosial atau website lain) sudah HTTPS, sebagian data referrer bisa hilang atau tercatat sebagai "direct traffic" karena browser membatasi informasi yang dikirim dari halaman aman ke halaman tidak aman. Migrasi ke HTTPS membantu menjaga akurasi laporan sumber trafik di tool analytics.

Cara Kerja HTTPS Secara Singkat

HTTPS bekerja lewat proses "handshake" antara browser dan server setiap kali koneksi dibuka. Browser meminta sertifikat SSL dari server, memverifikasi keasliannya, lalu keduanya membentuk kunci enkripsi bersama untuk mengamankan seluruh data yang dikirim setelahnya. Proses lengkapnya, termasuk jenis-jenis sertifikat SSL yang tersedia, dibahas lebih detail di SSL adalah: pengertian, fungsi, dan cara kerjanya.

Cara Mengaktifkan HTTPS di Website

Untuk mengaktifkan HTTPS, website perlu punya sertifikat SSL terpasang di hosting, lalu opsi force HTTPS redirect diaktifkan supaya semua trafik otomatis diarahkan dari http:// ke https://. Kebanyakan hosting cPanel modern, termasuk paket cPanel Mordenhost, sudah menyertakan SSL gratis otomatis lewat AutoSSL, jadi kamu tidak perlu membeli sertifikat terpisah.

Langkah lengkap memverifikasi dan mengaktifkan SSL gratis di cPanel, termasuk cara mengecek statusnya dan mengatasi kalau browser masih menampilkan "Not Secure" setelah SSL aktif, ada di cara pasang SSL gratis di cPanel. Kalau setelah force HTTPS redirect diaktifkan browser malah menampilkan error terkait sertifikatnya sendiri (bukan sekadar belum aktif), penyebab dan solusinya berbeda, lihat SSL certificate error: penyebab dan cara mengatasinya.

FAQ

Apakah HTTPS memperlambat loading website?

Perbedaannya sangat kecil di koneksi modern, biasanya tidak terasa oleh pengunjung. Proses enkripsi menambah sedikit overhead di awal koneksi, tapi teknologi server dan browser saat ini sudah dioptimalkan sehingga dampaknya jauh lebih kecil dibanding manfaat keamanan dan kepercayaan yang didapat.

Apakah semua jenis website perlu HTTPS, bukan cuma yang ada transaksi pembayaran?

Ya, disarankan untuk semua jenis website, bukan cuma yang menangani pembayaran. Blog, portofolio, atau company profile tanpa transaksi pun tetap kena label "Not Secure" di browser kalau tidak pakai HTTPS, yang bisa menurunkan kepercayaan pengunjung terlepas dari jenis kontennya.

Apa bedanya HTTPS dan SSL?

HTTPS adalah protokol komunikasi (versi aman dari HTTP), sementara SSL (atau lebih tepatnya TLS di implementasi modern) adalah teknologi enkripsi yang membuat protokol tersebut aman. Dengan kata lain, HTTPS adalah HTTP yang "dibungkus" lapisan SSL/TLS, bukan dua hal yang berdiri sendiri-sendiri.

Kesimpulan

HTTP dan HTTPS bedanya ada di enkripsi: HTTPS mengamankan data yang dikirim lewat SSL/TLS, sementara HTTP tidak. Browser modern menandai website tanpa HTTPS sebagai "Not Secure", jadi mengaktifkannya bukan lagi opsional untuk website yang ingin dipercaya pengunjung. Kalau kamu belum aktifkan HTTPS, ikuti cara pasang SSL gratis di cPanel atau bandingkan paket cloud hosting yang sudah termasuk SSL gratis bawaan.

TM
Tim Mordenhost
Editorial